Crime Investigation Shouldn’t be wrong

lawscale1

Kajian seminar penanganan kekerasan seksual pada anak melalui scientific crime investigation, Rabu (10/6/2015), mulai memiliki tanggapan positif pada masyarakat, banyak yang mendukung atas tingkat pemberdayaan dalam menangani kasus kekerasan anak yang sedang marak terjadi, melalui Scientific dan medis bisa mengemukakan pelaku sebenarnya dan tidak terjadi salah tuduhan seperti pada kasus-kasus sebelumnya salah satunya yaitu kasus JIS.

“Polisi, kita temukan banyak sekali kekeliruan-kekeliruan yang terjadi yang saya anggap tidak boleh itu terjadi, karena prinsip-nya jangan sampai menghukum orang yang tidak bersalah.” M. Naseer Komisioner Kompolnas, dalam acara tersebut menjelaskan permasalahan yang terjadi.

KontaS juga ikut bicara masalah investigasi yang keliru ini pada maret lalu 2015, “Situasi yang saat ini terjadi sungguh memperihatinkan. Agenda reformasi Polri penting segera dilakukan, terutama pada bagian reserse,” tegas Koordinator KontraS, Haris Azhar, Selasa (31/3/2015).

“Saya mengikuti kasus JIS ini sejak awal yang melibatkan para pekerja kebersihan. Belajar dari vonis terhadap para pekerja kebersihan yang tidar fair itu, saya berharap hakim dapat mengungkap kasus ini secara jelas dan gamblang. Bukti-bukti medis yang menunjukkan bahwa anak yang dikatakan korban ternyata tidak mengalami sodomi merupakan fakta penting yang tidak bisa diabaikan. Jangan sampai guru yang tidak bersalah jadi korban atas dasar prasangka,” papar Bara.

Sejumlah fakta medis dalam kasus ini selalu menyebutkan bahwa sodomi tidak pernah terjadi. Terbaru adalah hasil laporan dari KK Women’s and Children’s Hospital Singapore, yang sudah dilengkapi dengan dokumen asli putusan High Court of Singapore pada 11 Februari 2015. Dalam laporannya pihak RS menyebutkan bahwa kondisi anus AL normal dan tidak menunjukkan ciri-ciri sebagai korban sodomi.

Fakta medis berikutnya dari keterangan Dr Lutfi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) di persidangan yang dihadirkan sebagai ahli. Menurut Dr Lufti, MAK atau anak pertama yang mengaku menjadi korban sodomi tidak pernah mengidap penyakit herpes. Laporan adanya nanah yang ada di anus MAK bukan disebabkan oleh virus melainkan diduga bakteri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s