Orang tua murid JIS rajin kunjungi OB dan guru di penjara

Sejumlah orangtua murid Jakarta Internasional School (JIS) melihat banyak kejanggalan pada kasus pelecehan seksual yang dituduhkan pada dua guru dan lima orang petugas cleaning service. Ketujuh orang itu disebut-sebut melakukan pelecehan pada murid Taman Kanak-kanak, AK dan AL.

Meski banyak yang tak sesuai fakta temuan pada wali murid ini, enam orang tersebut (satu meninggal di tahanan) sudah divonis. Cleaning service yang terdiri dari Afrischa Setyani, Syahrial, Zainal dan Agun Iskandar, sama-sama divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan dua orang guru JIS, Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong juga telah dihukum 10 tahun bui.

Saat bertemu merdeka.com di Jakarta, wali murid ini menyatakan kesiapannya membuka kejanggalan yang selama ini ditutupi sejak kasus dalam pemeriksaan hingga persidangan berlanjut. Mereka berharap perlawanan yang dilakukan dengan sejumlah bukti yang telah dikumpulkan bisa menguak tabir kejanggalan dalam kasus ini.

“Kita bukan membela bukan karena anak kita di JIS, justru karena kita lebih kasihan pada orang-orang kecil ini, cleaning service ini yang kerja di JIS,” kata Mamay, salah seorang wali murid JIS, di Jakarta, Jumat (17/4).

Menurutnya, pemberitaan kasus pelecehan di JIS sudah membentuk opini publik yang sedemikian menyudutkan pada cleaning service ini.

“Dari awal tak ada orang yang membela mereka. Jadi kami pikir kalau enggak kami orang tua murid di sini, siapa lagi yang menolong orang kecil ini. Kalau JIS kan sudah besar, maksudnya bisa mandiri, gajinya cuma berapa,” tambahnya.

Meski tak pernah mengenal langsung, ditambahkan wali murid bernama Ayu, mereka juga sering melakukan kunjungan ke sel para cleaning service tersebut.

“Semuanya sehat, Sisca lebih banyak kegiatan, membuat kerajinan. Kalau yang lain justru juga mendapatkan sambutan baik dari teman-teman sel nya, malah disebut kalian korban kebohongan itu ya,” jelas dia.

Tak cuma itu mereka juga memberi santunan untuk keluarga korban terutama pada anaknya yang masih sekolah. Tapi mereka tak menjelaskan bantuan seperti apa yang diberikan.

Sedangkan untuk Neil dan Ferdinan, dukungan yang sama juga terus diberikan dan lewat kuasa yang ditunjuk.

“Kita ingin menunjukkan keadilan, bukan karena opini publik seperti yang selama ini,” jelasnya.

Mereka pun siap jika ke depan gerakan mereka ini akan mendapat perlawanan. “Kita berpegang teguh pada fakta. Kita akan berjuang sampai teman-teman di penjara diberi keadilan,” tutup Maura.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/orang-tua-murid-jis-rajin-kunjungi-ob-dan-guru-di-penjara.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s