Anak mudah tersugesti dan terpengaruh

wp2

Tindak kekerasan seksual kepada anak, dapat mengacu kepada ketentuan mengenai tindak pidana perkosaan yang diatur dalam pasal 285 KHUP. Namun untuk membuktikan tindak unsur kekerasan tersebut harus tetap pada pedoman kepada alat-alat bukti.

Prof . DR. T. Gayus Lumbuun, S.H, M.H menjelaskan pada seminar kajian penanganan kekerasan seksual anak melalui scientific crime Investigation bahwa pembuktikan kekerasan tersebut harus ada seperti telah diatur dalam pasal 184 KUHAP, seperti keterangan saksi, keterangan ahli, alat bukti surat, alat bukti petunjuk dan keterangan terdakwa. Kasus tindak kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak sekolah Jakarta Intercultural School (JIS) merupakan kasus penting, “pandangan saya tidak dalam posisi untuk mengomentari isi putusan Pengadilan Negeri, apalagi kasus tersebut masuk dalam proses lanjutan ke tingkat pengadilan yang lebih tinggi.” Terang Prof. Dr. Gayus.

Adrianus Meliala dalam kesempatan seminar tersebut menjelaskan langkah-langkah penanganan jika ada terjadi kekerasan pada anak, seperti perhatikan adanya TIC, stupor, histeria atau perilaku spontan dan juga perhatikan kejanggalan terkait peran, penampilan peran oleh anak. Namun Adrianus juga menyatakan “Anak bukan penutur yang baik menurut hukum, anak mudah tersugesti dan terpengaruh.” Dia menghimbau agar anggota kepolisian perlu kepekaan menghadapi anak dan perlu dipelajari secara serius dan akademis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s